Game Level 11 Day 1: Pemahaman Perbedaan Gender

by - 11:41:00 PM

Bismillah...

Sampai juga pada level sebelas kelas buda sayang, level yang berbeda dengan sepuluh level sebelumnya. Jika sebelumnya para mahasiswi belajar dengan cara mempraktekkan materi yang didapat, kali ini masing-masing mahasiswi diharuskan belajar dengan cara mengajarkan, Learning by teaching. Wow sekali rasanya dengan cara belajar yang satu ini karena efeknya adalah para ibu pembelajar jadi harus lebih belajar lagi.



Pada level ini sepuluh tema sudah disiapkan sebagai bahan diskusi dan presentasi di kelas. Setelah memilih kelompok serta tema yang akan dipelajari masing-masing kelompok maka tugas berikutnya adalah mempersiapkan diri untuk menyajikan hidangan materi pada teman-teman sekelas, fffiuuhhh. Apakah selesai sampai disini? Ternyata belum, setelah presentasi, tugas selanjutnya sudah menanti yaitu membuat resume yang akan disetorkan sebagai tantangan sepuluh hari pada level sebelas ini.  Saat-saat seperti ini saya merasa harus melahap semua informasi yang dibutuhkan agar tak gagap ketika presentasi. Walaupun pada kenyataannya tentu saja kecil sekali kemungkinan hal ini untuk terjadi.

Materi diskusi pertama tentang Pemahaman Perbedaan Gender yang disampaikan kelompok Sarinande (Keren ya nama kelompok ini... J) diawali dengan penyampaian tentang pengertian Gender. Kata gender berasal dari bahasa Inggris yang artinya “jenis kelamin”.
Gender adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat pembedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat

Selanjutnya tahap perkembangan gender pada anak, yaitu:
  • Anak mengembangkan kepercayaan tentang identitas gender
  • Anak mengembangkan keistimewaan gender, sikap tentang jenis kelamin mana yang dikehendaki
  • Mereka memperoleh ketetapan gender, suatu kepercayaan bahwa jenis kelamin seseorang ditentukan secara biologis, permanen dan tak berubah-ubah


Beberapa faktor yang mempengaruhi Pendidikan gender pada anak usia dini
  1. Biologis : identitas bawaan lahir
  2. Sosial : pola pengasuhan, teman sebaya, guru, sekolah, media
  3. Kognitif : ciri fisik, pakaian, potongan rambut


Mendidik dan memahamkan anak akan perbedaan gender pun harus ada strateginya, seperti apa?

Strategi Pendidikan Gender Pada Anak
  • Metode Modelling : Memberi contoh langsung perilaku sehari-hari
  • Metode Perlakuan :Memberi tanggapan atas aktivitas anak dengan bijak tanpa menuduh/melarang anak
  • Metode Permainan Peran (Dramatisasi) : Mengajak anak bermain peran,pengalaman hidup, profesi
Beberapa pertanyaan yang muncul saat diskusi


Tanya: Poin “Anak mengembangkan keistimewaan gender, sikap tentang jenis kelamin mana yang dikehendaki” tu maksudnya gimana ya?

Jawab: Coba jawab ya bund...
Bismillah. Menurut saya anak itu sudah ditentukan gendernya ketika dia masih dalam kandungan. Ketika dokter menyatakan apa jenis kelaminnya. Disanalah orang tua mulai membedakan apa yang akan di pakai oleh anaknya. Maksudnya kalo anaknya perempuan dia cederung membelikan baju² wrna pink. Dan ketika anak laki² dia membelikan wrna biru untuk membedakannya bunda. Dan menekankan kodrat nya sebagai laki² atau perempuan

Tanya : Mbak kalau di bahasa inggris di isian begitu biasanya kan ditulisnya "sex" ya? Bukan "gender", kenapa ya mbk?

Jawab : 'seks' lebih mengacu pada profil biologis laki-laki dan perempuan,  sedangkan 'gender'  lebih tepat untuk merujuk pada sikap, perasaan dan perilaku yang diasosiasikan dengan jenis kelamin seseorang
Karena sex lebih ke biologisnya dan sudah terbentuk dengan sendirinya, sedang gender lebih terbentuk dari sosialnya (lingkungan)

Tanya: Lantas apa perbedaan sex n gender?

Jawab: perbedaan seks dan gender
Gender adalah karakteristik pria dan wanita yang terbentuk dalam masyarakat. Sementara itu, seks atau jenis kelamin adalah perbedaan biologis antara pria dan wanita. Perbedaan biologis tersebut dapat dilihat dari alat kelamin serta perbedaan genetik.
Seseorang memiliki seks atau jenis kelamin sebagai perempuan, apabila ia memiliki vagina dengan 46 kromosom XX. Sedangkan pria memiliki organ reproduksi berupa penis dengan 46 kromosom XY.

Gender terbenduk dengan alami, dapat dilihat sejak seorang individu lahir. Sedangkan gender dibentuk oleh sosial dan budaya.

Seks cenderung tidak bisa dipertukarkan, bahwa penis adalah milik laki-laki dan vagina milik perempuan. Sementara itu, gender bisa dipertukarkan. Misalnya, perempuan bisa bersifat maskulin dan laki-laki ada yang bersifat feminim
Mungkin ini sedikit bisa dipahami ya bun ternyata sex dan gender itu berbeda maknanya

Tanya: Tentang metode bermain peran ini kebetulan yg sering saya pakai, Bun.
Anak saya laki-laki umur 2 tahun.
Pertanyaannya, apakah maksud bermain peran di sini seperti menentukan perannya sebagai tokoh laki-laki?
Apakah jika dia sering memerankan sebagai tokoh anak bear (nama hewan yg dia suka) kemudian sering berpura-pura menangis, itu belum pas?
Karena jujur dia 80% waktunya sama saya aja 🙈 saya takut salah
Maksudnya, gimana pola pengasuhan sesuai sex ini agar orientasi gendernya mengikuti.

Kasusnya, anak saya laki-laki tapi dlm bermain peran belum ada dijelaskan dengan detail tokoh yang dia perankan itu. Masih umum banget: anak beruang. Gitu bun. Dan pas bermain peran itu, anak beruangnya sering pura-pura nangis. Kayanya kurang manly gitu 🙈 takutnya kebawa asuhan saya perempuan, nanti malah jadi feminin.

Jawab: coba jawab  mba alma ya...iya bermain peran sesuai gendernya.  mungkin saat anak bermain peran menangis bunda bisa pura-pura menanyakan sebab dia menangis, diberi penjelasan kalau menangis itu boleh tetapi setelah itu diberi solusi atau apa yang harus dilakukan
Ga bunda. Anak umur 2 tahun kan masih belum mengerti dengan gendernya spt apa. Kita yang mengarahkan bagaimananya.
bermain peran sesuai gendernya.  mungkin saat anak bermain peran menangis bunda pura-pura menanyakan sebab dia menangis, diberi penjelasan kalau menangis itu boleh tetapi setelah itu diberi solusi atw apa yg harus dilakukan

Tanya: "gender terbentuk dengan alami,  dapat dilihat sejak seorang individu lahir. Sedangkan gender dibentuk oleh sosial budaya"
Boleh dijelaskan maksudnya mbk?

Jawab: Misalnya begini mbk
laki-laki memiliki penis, scrotum, memproduksi sperma. Sedangkan perempuan memiliki vagina, rahim, memproduksi sel telur. Alat-alat biologis tersebut tidak dapat dipertukarkan sehingga sering dikatakan sebagai kodrat atau ketentuan dari Tuhan (nature), Sedangkan konsep gender merupakan suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksikan secara sosial maupun kultural. Misalnya, laki-laki itu kuat, rasional, perkasa. Sedangkan perempuan itu lembut, lebih berperasaan, dan keibuan. Ciri-ciri tersebut sebenarnya bisa dipertukarkan. Artinya ada laki-laki yang lembut dan lebih berperasaan. Demikian juga ada perempuan yang kuat, rasional, dan perkasa. Perubahan ini dapat terjadi dari waktu ke waktu dan bisa berbeda di masing-masing tempat

tanya: Jadi ini dari tontonan anak2 sih... Itu si kembar dr negeri jiran.
Kan ada tokoh abang s*lly yang agak2 gitu ya..
Nah di rumah kita berusaha menjelaskan Allah ciptakan Laki-laki dan perempuan.
Ketika ketemu tokoh "tadi" gimana ya menjelaskannya...
Unt anak laki2 usia 4 tahunan.

Jawab : Bahwa sunni itu adalah berjenis kelamin laki-laki, mungkin karena ketika masih kecil lingkungan atau keluarganya sering memposisikannya menjadi perempuan, dibelikan mainan anak perempuan, banyak bermain sama anak perempuan, suka berdandan, sehingga smpai dewasa ia mengikuti pola2 wanita

Cara terbaik menjelaskan kepada anak tentang gangguan identitas gender adalah dengan cara mengatakan bahwa Allah tidak menyukai laki-laki yang menyerupai perempuan begitu juga sebaliknya.
Allah tidak suka perbuatannya, tapi tidak membenci orangnya.
Jadi ajarkan kepada anak bahwa kita tidak boleh membenci orangnya, melainkan jauhi perbuatan kebanci-bancian nya.


You May Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar positifnya ya...

Today's Quote

"Enjoy the little things in life, for one day you may look back and realize they were the big things"