Pages

Ads 468x60px

Featured Posts

Belajar Menghargai Diri (Karya) Sendiri..

Si crafter hebat karena pandai menghargai diri sendiri, terutama menghargai proses kreatifitasnya, pembeli juga hebat karena bisa menghargai produk tersebut sebagai satu karya yang pastinya berbeda dengan produk keluaran pabrik, yang semakin banyak jumlah produksinya semakin murah harga nya...

Safety Standards for Felt Crafter

jangan lupakan para Crafter, yang sebagian orang mungkin memandang remeh pekerjaan satu ini. Padahal tingkat resiko yang harus dihadapi para crafter juga...

Felt Tissue Bo Cover (Edisi Kotak Tisu Flanel)

Well, kaya nya doraemon lagi laris manis bulan ini...

Bantal Karakter Dari Kain Flanel

Daann... ini dia bantal karakter Angry Bird dan Hello Kitty dari kain flanel ala neng yoshida....

Touch Down June

Mereview enam bulan terakhir... ternyata diriku lebih banyak berkutat dengan pita satin dibandingkan flanel.

Today's Quote

"Enjoy the little things in life, for one day you may look back and realize they were the big things"

Wednesday, August 21, 2019

Game Level 5 Day 10: Komikus...

Bismillah...

“Apa itu Komikus, Ma?” Tanya A saat membaca judul bab yang akan dibacanya hari ini.
Mama masih menjawab dengan jurus pamungkas yang selalu dipakai beberapa hari ini...
“Coba baca dulu”
Detik berikutnya A sudah mulai membaca untuk menjawab pertanyaannya tentang komikus barusan. Setelah A selesai membaca saya bertanya kembali.
“Jadi, Apa itu komikus?”
“Pembuat komik” jawabnya cepat.

Jika biasanya A membaca dengan suara keras sehingga saya bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang dibacanya. Kali ini ia membaca tanpa suara. Tentu saja ini membuat saya tidak tahu detail apa yang dibacanya serta tidak bisa mendengar apakah A sudah benar saat membaca. Untuk anak seperti A yang baru saja bisa membaca terkadang masih terdapat kesalahan-kesalahan kecil karena terlalu cepat saat menyebutkan kalimat-kalimat yang dibacanya. Biasanya saya akan meminta A membaca dengan keras jika mode sunyi nya mulai menyala, tapi hari ini saya sedikit melonggarkan keharusan tersebut. Sebagai konsekuensinya saya harus banyak bertanya pada A tentang bacaannya untuk memastikan bahwa A membaca dengan benar.

Ada yang menarik saat membaca hari ini. A tidak menunggu sesi membaca bersama kami untuk membaca. Saya sedang menyelesaikan tugas sebagai perangkat kelas bunda sayang  saat A tiba-tiba mengambil buku bacaannya. Lalu ia duduk tenang disamping saya dan mulai membaca. Tantangan yang baru berjalan sepuluh hari bagi saya (ini karena saya terlambat memulai tantangan, tapi lebih baik daripada tidak, kan?) benar-benar membantu saya menumbuhkan minat baca pada A. Alhamdulillah...


Tuesday, August 20, 2019

Game Level 5 Day 9: Pintu Ar Royyan

Bismillah..

Adik-adik, Surga atau Jannah adalah suatu tempat penuh kenikmatan yang berada di negeri akhirat. Di antara kenikmatan surga adalah orang yang tinggal didalamnya hanya bersuka cita, tetap muda dan hidup kekal. Begitulah kalimat pembuka dari buku yang baru saja kami beli dan menjadi bacaan bagi E. Ya, buku yang berjudul Aku Ingin Masuk Surga ini kemudian menggambarkan bahwa keindahan surga yang sukses membuat A dan E banyak bertanya pada saya yang membacakan buku kali ini.

Tak sampai di situ, Nama-nama Surga juga dijelaskan disini beserta penjelasan jumlah pintu surga. Yang membuat A dan E kemudian kembali menyela adalah nama pintu Surga Ar Royyan. Nama ini cukup akrab bagi mereka karena sering disebut selama bulan Ramadhan tahun ini, dan sekaligus merupakan nama salah satu saudara yang sering bermain dengan mereka. Ada orang yang dipanggil masuk melalui satu pintu dan ada yang dipanggil melalui semua pintu tersebut. 

Pembahasan berikutnya adalah tentang apa saja yang ada di surga. Makanan, minuman, pakaian hingga perhiasan yang terdapat di sana. Sampai di sini A dan E semakin serius mendengarkan. Dan saat saya membacakan bagaimana cara agar bisa masuk ke surga A dan E seperti sedang membuat check list apa saja yang sudah mereka lakukan agar bisa merasakan apa yang digambarkan dalam buku ini. Di akhir sesi membaca kali ini tanpa di duga E menukas bahwa ia akan rajin sholat karena ingin masuk surga. A yang tak mau ketinggalan ikut bersuara bahwa ia akan suka berpuasa agar dipanggil masuk melalui pintu Ar Royyan. Mama yang mendengarkan tak bisa menahan haru mendengar cita-cita mereka seraya mengaminkan. 

Inilah ajaibnya membaca dan dibacakan bagi anak-anak. Betapa setiap kata dalam kalimatnya mampu mempengaruhi yang membaca dan bahkan E yang hanya mendengarkan kalimat-kalimat tersebut dibacakan.

Pohon Literasi yang kini mulai berbunga

Monday, August 19, 2019

Game Level 5 day 8: Chocolatier...

Bismillah...

Chocolatier atau seni membuat serta menghias cokleat, kue cokelat dan lain-lain. Ini menjadi bahan bacaan A hari ini. Berbagai bentuk dan gambar cokelat yang menarik disuguhkan untuk memancing rasa ingin tahu pembaca buku ini, dan sepertinya ini berhasil. A penasaran bagaimana caranya bisa membuat menara Eifel dengan bahan dasar cokelat. Detik berikutnya ia bercerita bahwa pernah melihat seorang chef yang membuat lampu hias dari bahan cokelat. Maka pertanyaan A berikutnya adalah bagaimana caranya menjadi chocolatier? tanpa menunggu jawaban saya, A mulai membaca kembali.

Seni menghias cokelat

Beberapa istilah baru kembali menyapa A dalam bacaannya kali ini. Ada chocolatier, ada patissier, confectionary, gastronomy hingga craftsman. Terkadang ia kesulitan membaca ejaan yang bukan berasal dari bahasa Indonesia tersebut. Saat-saat seperti inilah saya merasakan manfaat menemani A membaca. Selain mendengarkan bacaannya, saya bisa mencontohkan cara membaca ejaan asing ini.

image source: pixabay


Setelah membaca akhirnya A menyimpulkan bahwa untuk menjadi chocolatier seseorang harus setidaknya kursus atau juga bisa belajar sendiri. Ia juga jadi mengetahui keyataan bahwa Eropa dan Jepang menjadi tempat tujuan orang-orang yang ingin memperdalam keahlian sebagai chocolatier. Penutup sesi membaca kami kali ini adalah pertanyaan A..

"O... jadi bisa belajar ke Jepang dan Eropa ya, Ma?"

Sunday, August 18, 2019

Game Level 5 Day 7: Fashion Designer dan Atmosfer

Bismillah...

Memasuki hari ketujuh tantangan membangkitkan minat baca A dan E masih menyelesaikan buku pilihan mereka. A dengan buku ensiklopedia yang mebahas tentang berbagi jenis pekerjaan dan E dengan buku cerita yang membahas tentang Asmaul Husna. Mama dan Ayah juga menyelesaikan buku pilihan masing-masing.

image source: pixabay


Bab yang dibaca oleh A kali ini adalah bab tentang fashion designer, saat sedang membaca tiba-tiba A berhenti dan menatap saya.
“Mama masih bisa kan membuat baju?”
“Hmm.. maksudnya membuat gambar baju atau menjahit baju, A?” saya memastikan
“Membuat baju dan menggambar baju”
“mmm... Bisa”
“Gimana kalau mama buat lagi yang banyak? Nanti kita bisa jual kalo sudah banyak...”
“ide bagus” ujar saya. Saya tidak segera mengiyakan namun tak juga terburu-buru menolak ide A karena sepertinya ia sedang bersemangat seteah membaca malam ini.

E malam ini meminta dibacakan buku yang sama dengan malam sebelumnya. Raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sangat serius ketika menyimak salah satu manfaat dari diciptakannya atmosfer oleh Allah. keseriusannya bertambah saat mendengar penjelasan bahwa dengan adanya atmosfer sesungguhnya Allah sedang melindungi bumi dari hujan meteor yang bisa saja mengancam kehidupan manusia dan makhluk lainnya yang tinggal di bumi. Bahwa Allah Maha Bijaksana dalam setiap keputusannya mungkin belum sepenuhnya dipahami oleh E, namun yang jelas malam ini ia terlihat lega dengan kenyataan adanya Atmosfer.

image source: Pixabay

Setelah membaca kami seperti biasa akan bercerita soal bacaan kami masing-masing. A sangat bersemangat saat meminta saya kembali membuat sketsa dan kemudian menjahit baju dari hasil sketsa tersebut. Lalu berikutnya semangat tersebut  beralih menjadi mimpi untuk memiliki toko yang menjual baju hasil sketsa yang akan ia buat sendiri. Mimpi yang kemudian saya aminkan sehingga A semakin bersemangat malam ini. Lalu E dengan pertanyaannya tentang ukuran meteor. Dan kenapa harus ada hujan meteor. Pertanyaan yang tidak semuanya bisa saya jawab. Namun dari obrolan kami malam ini satu hal lagi yang saya catat, kegiatan membaca kami malam ini seperti Pemantik. Memantik mimpi A yang berujung pada munculnya semangat untuk mewujudkan mimpi tersebut. Memantik rasa ingin tahu sehingga menjadikan E mirip detektif kecil malam ini yang bertanya begitu detail tentang meteor dan atmosfer. 

Saturday, August 17, 2019

Game level 5 Day 6: Food Stylist, Terjebak di Dunia Raksasa...

Bismillah...

image source: pixabay

Saat membaca judul tulisan kali ini apa yang pertama kali terpikirkan? Adakah yang terkecoh dengan judul ini? Berpikir bahwa food stylist telah terjebak di dunia raksasa? Jangan, jangan dulu terburu-buru menafsirkan karena judul kali ini adalah perpaduan dari apa yang saya dan A baca hari ini. Ya, A masih melanjutkan membaca buku yang beberapa hari ini jadi teman setianya saat malam hari. Jika malam sebelumnya ia begitu antusias dengan astronot, malam ini perhatiannya tertuju pada tiga jenis profesi yaitu Barista, Shopping host, dan yang terakhir Food Stylist. Ketiganya baru diketahui A malam ini, namun food stylist lah yang banyak ditanyakannya. Itu sebabnya saya memasukkan Food Stylist kedalam judul. Sedangkan Terjebak di Dunia Raksasa adalah judul bab dari buku yang saya baca.



Berbeda dengan malam-malam sebelumnya dimana A biasanya hanya membaca satu jenis profesi saja, malam ini A membaca tiga jenis profesi sekaligus. A awalnya membaca tentang barista, lalu bertanya tentang profesi yang satu ini. Selesai dengan pertanyaannya A masih membolak-balik buku dan menemukan Shopping Host di halaman lainnya. Ini menjadi jenis profesi yang ia baca selanjutnya. Tidak banyak pertanyaan yang ia ajukan. Masih belum puas, A kembali membolak-balik bukunya sampai menemukan Food stylist dihalaman yang lain lagi. Yang membuat A tertarik dengan profesi ini adalah apa yang dikerjakan oleh para food stylist itu sendiri, yaitu menghias makanan sehingga terlihat lebih menarik.

Beralih pada E, malam ini ia meminta dibacakan buku yang memuat kisah-kisah tentang asmaul husna. Rasa penasaran membuat E meminta saya membaca terus menerus sampai akhirnya saya katakan bahwa saya juga ingin membaca. Walaupun terlihat dengan berat hati akhirnya E bersedia mengakhiri sesi membaca bersama kami malam ini.



Bagaimana dengan jatah membaca saya? Saya mengisinya dengan membaca satu bab dari buku Menyayangi Anak Sepenuh Hati nya Bu Ida Nur Laila. Bersyukur setelah membaca malam ini saya merasa diingatkan kembali agar tidak membuat A dan E merasa terjebak di dunia raksasa, persis seperti yang saya cantumkan di judul. Saya kembali diingatkan betapa pentingnya mensejajarkan diri dengan A dan E saat hendak berkomunikasi dengan mereka. Saya diingatkan tentang banyak hal dari hanya membaca satu bab ini saja.

Catatan malam ini adalah betapa membaca benar-benar sebuah petualangan. Petualangan yang akan membuka cakrawala, setiap kalimat dan bahkan kata adalah petualangan baru. Saya, A dan E jelas merasakan hal itu malam ini. Persis seperti yang tertulis di sebuah pembatas buku; Each Chapter is a new adventure.

Friday, August 16, 2019

Game Level 5 Day 5: Astronot...

Bismillah...

image source: pixabay


Hari ini aktivitas kami di rumah mulai kembali normal seperti biasanya. Alhamdulillah ini berujung pada perasaan bahwa jadwal membaca tidak lagi dibayangi rasa lelah dan ngantuk seperti kemarin. Maka jadwal membaca yang baru menjadi lebih ringan saya rasakan. Meskipun malam ini Ayah tidak bisa ikut membaca bersama kami dikarenakan ada kegiatan di luar rumah yang harus dikerjakan.

A masih membaca buku yang sama dengan kemarin. Malam ini A membolak-balik buku sampai pada bagian terakhir dan menemukan judul “astronot” di sana. Ini bukan kata yang asing bagi A maupun E karena mereka sering mendengarnya dari serial kartun yang mereka tonton berulang kali. Namun tetap saja apa yang mereka ketahui tentang astronot dari tontonan tersebut tak sebanding dengan informasi yang disajikan buku yang kini sedang berada dalam genggaman A. Detik berikutnya A sudah membaca sambil didengarkan oleh E. Baru membaca sebentar A sudah bertanya, bagaimana caranya jika ingin menjadi astronot? Dan jawaban saya persis seperti jawaban saya kemarin ketika ia menanyakan apa itu hotelier?
“Coba baca dulu” ujar saya.
A hanya bergumam “O...” setelah mengetahui untuk menjadi astronot setidaknya seseorang harus mempelajari bidang matematika, fisika, teknik dan pengetahuan lainnya. Sedangkan E sibuk memperhatikan gambar astronot yang disajikan sedemikian rupa dalam buku tersebut.

Bahan diskusi malam ini.


Sesi membaca buku malam ini ditutup dengan pertanyaan-pertanyaan A dan E seputar astronot. Bersyukur saya sempat ikut membaca bersama mereka sehingga terbantu untuk menjawab pertanyaan yang mereka lontarkan. Lagi-lagi saya mencatat satu hal dari kegiatan kami kali ini, bahwa semenarik apapun informasi yang dikemas dalam film kartun yang menjadi tontonan mereka, tetap saja tak bisa mengalahkan buku dalam hal memberikan informasi yang dibutuhkan A dan E tentang Astronot ini. Ya, buku memang tak tergantikan.

Thursday, August 15, 2019

Game Level 5 Day 4: Hotelier...

Bismillah...



Hari ini kami masih melakukan rangkaian agenda silaturrahim kerumah para kerabat. Beginilah indahnya berlebaran di kota kami. Silaturrahim menjadi agenda yang dilaksanakan berhari-hari lamanya. Bagi A dan E ini juga termasuk momen belajar mereka. Belajar tentang banyak hal yang akan mereka temui selama bersilaturrahim dan bertemu berbagai karakter saat kegiatan tersebut. Bersosialisasi lintas usia, ciri khas anak-anak homeschooler.

Beberapa hari ini saya hampir selalu menyerah untuk melaksanakan tantangan level lima ini. Kelelahan yang menghampiri setiap kami pulang kerumah membuat saya merasa kasur seakan melambai-lambai untuk segera dihampiri. Tapi saat saya berusaha memaksakan diri untuk konsisten dengan jadwal baru kami ternyata A justru cepat menyesuaikan dengan semua ini.




Kali ini saya hanya mendekati A dan E sambil membuka-buka halaman buku yang beberapa hari ini dibaca oleh A. Masih buku tentang jenis profesi. Saya membaca beberapa jenis profesi di sana sampai A akhirnya ikut membaca. Tiba-tiba ia berhenti pada satu halaman yang berjudul Hotelier. Kata-kata yang baru bagi A sehingga ia bertanya apa itu hotelier?
Saya tak lantas menjawab, coba baca dulu ujar saya. Tidak langsung menjawab ini bisa memancing rasa ingin tahu A, dan membuatnya membaca halaman tersebut meski diliputi rasa lelah. Rasa penasaran mengalahkan lelah, ini menjadi hal yang saya ingat malam ini.


 

Sample Text

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sample Text

"Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya."
(Q.S Al Anfaal : 25)
 
Blogger Templates