Laa Tahzan

by - 1:22:00 PM

Bismillah...

Awal tahun 2021 aku dan suami mendapat amanah baru dengan kembali dititipkanya janin di rahimku. Bagaimana rasanya? Alhamdulillah tentu saja kami sangat senang, begitu pula A dan E yang dua ramadhan terakhir selalu berdoa meminta agar Allah "meletakkan" dede bayi ke dalam perut mama. Akan tetapi perasaan bahagia tak datang sendiri, ada cemas yang turut mengiringi. Bagaimana tidak? Aku hamil bertepatan dengan masa pandemi yang belum jelas kapan akan berakhir. Meskipun pada awal kehamilan kurva penularan sedang melandai namun rasa takut dan khawatir tetap saja terkadang hadir. Takut akan tertular, khawatir tak bisa menjaga diri serta calon dede bayi A dan E. Kekhawatiran yang sesunguhnya sangat tak berdasar, bukan? Ya, aku seolah lupa bahwa ada Allah yang Maha Menjaga. 


Perasaan cemas, takut, serta khawatir ini tak ku lisankan meskipun pada pak Su. Aku tidak ingin semua hal yang belum tentu terjadi tersebut justru menjadi doa buruk untukku. Lalu aku menyimpannya sendiri dan hasilnya justru membuat lemah fisik yang seharusnya sehat, terlebih di awal kehamilan.

Apa yang terjadi selanjutnya? Morning sickness yang luar biasa nikmatnya harus dilalui bersamaan dengan anemia hingga sempat harus bedrest. Berikut sepekan lamanya harus berdiam di tempat tidur karena adanya flek. Sedih? Sangat. Semua pekerjaan rumah harus dilakukan oleh pak Su. Sementara beliau juga memiliki tanggungjawab mencari nafkah di luar rumah.  A dan E sampai harus ikut ayah mengajar agar aku bisa istirahat total di rumah. Aduhai, inikah yang digambarkan dalam Alquran surat Luqman ayat 14 sebagai lemah yang bertambah-tambahnya seorang ibu? 

Masa-masa morning sickness akhirnya berhasil dilewati, namun anemia tak kunjung membaik hingga memasuki trimester ketiga.  Berkaca dari pengalaman hamil sebelumnya yang mirip, aku sudah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu harus menjalani transfusi darah. Aku meminta tolong pada beberapa saudara dengan golongan darah yang sama. Benar saja, aku akhirnya harus mendapatkan donor darah sebulan sebelum melahirkan. Bersyukur Allah memberikan banyak sekali pertolongan melalui orang-orang baik di sekitar kami. Alhamdulillah...

Beberapa keadaan selama.masa kehamilan kemarin jujur saja pernah mengundang rasa sedih dan takut yang berlebihan. Padahal telah tertulis dengan jelas di dalam Alquran surat At Taubah ayat 40 "...jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita..." 
"... do not grieve; indeed Allah is with us..."

Ya, sepenggal ayat yang dijadikan judul buku oleh Dr. 'Aidh Al Qarni ini sesungguhnya sangat akrab di telinga, dan melalui kehamilan aku belajar memaknai kembali ayat ini. Laa tahzan.. jangan bersedih, karena ada ALLAH bersama kita.

You May Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar positifnya ya...

Today's Quote

"Enjoy the little things in life, for one day you may look back and realize they were the big things"