Review: Dengan Pujian

by - 4:57:00 AM

Nama Penulis: Nesia Andriana Arif

Tahun Terbit: 2010

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Jumlah halaman: 310 halaman

Nomor ISBN: 978-979-27-6411-6


Buku ini pertama aku beli tahun 2010, tepat di tahun terbitnya. Aku lupa bagaimana awalnya, namun aku tertarik dengan judul buku ini karena kalimat "Dengan Pujian, bukan kemarahan" justru pertama kali kudengar saat baru saja lulus kuliah dan sempat menjadi pengajar calistung untuk anak-anak SD yang mengalami kesulitan membaca. Saat itu bibiku yang merupakan pemilik tempat les berkali-kali menekankan padaku agar sering memuji pencapaian anak-anak, sekecil apapun. 

"Percayalah, begitu dipuji mereka akan melesat dengan apa yang mereka pelajari", ucap bibi dengan penuh keyakinan. Beliau bahkan menulis skripsi yang berhubungan dengan pujian untuk anak.

Salah satu anak yang belajar bersamaku sudah mendapat catatan dari guru di sekolahnya jika masih belum lancar membaca maka tidak bisa ikut naik kelas. Aku kemudian mencoba mengikuti arahan dari bibi. Menghargai sekecil apapun usaha anak ini untuk membaca. Kejadian lucu yang paling membekas hingga kini yaitu saat harus membaca cerita dengan gambar orang yang sedang berenang, dengan santainya si anak ini membaca 

"Be re nang"

"Jadi bacanya..?" Aku memintanya untuk mengulang.

"Ngojai" ternyata ia melihat gambar, lalu membacanya dalam bahasa sunda. Aku yang akhirnya tertawa mencoba tetap menghargai usahanya. Hingga dua bulan kemudian ibunya datang menemuiku hanya untuk mengucapkan terima kasih karena menurutnya aku berhasil. Padahal saat itu aku hanya mengikuti metode sederhana yang ditekankan oleh bibi.

Lalu apa hubungannya dengan judul buku ini selain soal pujian tadi. Fakta menariknya adalah bibi seorang lulusan pendidikan dan sastra jepang. Aku lalu menarik benang merah kesamaan pola yang ditekankan bibi dengan apa yang tertulis di buku.

Membaca buku ini menggelitik semangat belajar bagiku sebagai seorang ibu karena ternyata penulis merangkum semua catatan pembelajaran saat mendidik anak-anaknya selama di Jepang. Beliau bahkan menekankan, menjadi orang tua berarti harus siap menjadi murid. Fakta lain bahwa beliau terinspirasi dari Totto Chan menjadi nilai tambah tersendiri, karena dulu sebelum membaca buku ini aku pun telah menyelesaikan buku Totto Chan.

Jadi, seperti apa pendidikan anak ala Jepang yang ditulis oleh Nesia ini. Tak perlu membayangkan hal-hal menyeramkan layaknya kisah Nobita dalam film Doraemon yang seringkali dimarahi pak guru karena nilai nol atau lupa mengerjakan pe-er. Dari daftar isi saja bisa ditebak bahwa beliau menangkap begitu banyak hal sederhana yang dilakukan para okaasan -ibu- di jepang untuk kemudian dibagikan melalui buku ini. 

Dalam salah satu sub judul misalnya, penulis bercerita tentang bagaimana orang Jepang memberi teladan soal bertanggung jawab dengan cara yang tampak sederhana seperti memohon maaf saat terjadi pemadaman listrik karena sedang terjadi badai. Sesuatu yang tentu saja ada di luar kendali manusia, namun mereka tak segan minta maaf. Menarik.



You May Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar positifnya ya...

Today's Quote

"Enjoy the little things in life, for one day you may look back and realize they were the big things"