"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.55:13)
"Allah tidak membebani seorang hamba melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannnya dan dia mendapat (siksa) dari kejahatan yang diperbuatnya.... " (QS2:286)
11:52:00 AM
No komentar
Rasul SAW bersabda :
"Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya" (HR. Bukhari Muslim)
Begitulah
Rasulullah mengajarkan kepada umatnya, untuk senantiasa mengawali
aktivitas yang mereka lakukan dengan niat ikhlas hanya karena Allah SWT.
Seberat apapun bentuk aktivitas yang kita lakukan yang diawali dengan
niat ikhlas hanya mengharapkan ridha Allah, insyaAllah aktivitas yang
berat tersebut akan terasa mudah dan ringan untuk dilaksanakan.
Namun
sebaliknya, jika aktivitas tersebut tidak diawali dengan niat yang
ikhlas karena Allah serta mengharapkan pujian dari manusia maka
pekerjaan yang ringan sekalipun akan terasa berat dan sangat sulit
dilaksanakan. Barangkali ada diantara kita yang telah merasakan dua hal
di atas, ada aktivitas yang terasa mudah ada juga yang terasa sulit.
Semuanya tergantung dari niat awal kita sebelum melakukannya.
Jangan
pernah meremahkan niat, karena niat menjadi penentu amal perbuatan yang
kita lakukan. Mari sama-sama kita perbaiki niat kita "ikhlas hanya
karena Allah SWT". Semoga Allah memberikan kemudahan dalam setiap urusan
kita, Amin Allahumma Amin
9:39:00 PM
No komentar
"Laman yang ini tuh isinya tulisan-tulisan sumbangan dari suamiku tercinta.
so... selamat membaca dan semoga bermanfaat ya."
9:28:00 PM
No komentar
Hwaa... imut kan gantungan kunci berbentuk pulau Bangka ini...
Kalo
yang ini sumbangan idenya dari suamiku. hehe... "gimana kalo jerapah
aja, pasti lucu" itu katanya :-). Dan ternyata memang lucu. like it.
![]() |
| hmm.. keroppi ini lupa dpt ide dari mana, tapi yang jelas waktu itu kepikiran bikin sesuatu yang berwarna hijau. So jadilah yang satu ini. |
2:43:00 PM
No komentar
Dua pekan terbaring karena sakit beserta pemulihannya, hiks. Dua pekan
belajar mensyukuri lagi nikmat sehat dari ALLAH yang selama ini sedikit
terlupakan.
Yah, dua pekan juga tidak bisa maksimal menjalani tugas
sebagai istri.
Lalu hikmah berikutnya yang kusadari adalah... betapa aku juga harus
bersyukur selalu dengan kehadiran suami yang tidak bosan menemaniku
disaat-saat seperti itu.
Ah.... malu rasanya jika mengingat terkadang
masih menuntut labih darinya.
hmm... jadi inget Maher Zain dengan For The Rest Of My Life-nya.
Till the end of my time...
I'll be loving you...
loving you
I know it deep in my heart...
:-)
8:03:00 AM
No komentar
Cuaca hari ini memang terlihat
mendung, dari pagi tadi hingga sore matahari tetap enggan keluar dari
peraduannya. Tak hanya matahari semua makhluk Allah pun merasakan hal
yang sama, mereka lebih memilih untuk tetap berada di tempatnya
masing-masing. Hujan yang tak berhenti terus membasahi bumi dengan
bulir-bulirnya, cuaca yang dingin seakan menusuk ke tulang sumsum.
Aku
memilih untuk tetap beraktivitas seperti biasa, tak peduli hujan badai
menerpa. Hari ini aku punya janji dengan murid-muridku di sekolah, hari
ini kami berencana untuk makan bareng. Dari kemarin sore mereka sudah
mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara hari ini, mulai
dari singkong rebus, tungku untuk memasak, dan kayu bakar. Aku sendiri
bertugas untuk membeli dan menyiapkan mie goreng, kerupuk serta ikan
asin untuk ubi rebus.Setelah shalat jum'at selesai, aku pun bergegas ke toko untuk membelikan dan menyiapkan barang-barang yang harus aku bawa ke sekolah.Setelah semuanya siap aku langsung memacu kencang kuda besi ku menuju ke sekolah, di sana murid-murid telah menunggu kehadiranku.
Sesampainya di sekolah aku melihat wajah sumringah terpancar dari wajah polos mereka, dengan senyum terkembang dan hati senang mereka menyambut kehadiranku. Tanpa menunggu lama semua bahan yang aku siapkan dari rumah langsung kami masak bersama-sama. Satu persatu mie goreng yang sudah matang langsung dibagi rata disetiap piring yang tersusun rapi diatas lantai. Mereka tampak bersemangat melakukannya tak sedikitpun rasa lelah tergurat di wajah mereka.
Waktu menyantap hidangan pun tiba, hanya butuh waktu 7 menit semuanya bersih. Kini tiba saatnya aku harus kembali ke rumah, aku melihat kecerian memancar dari wajah mereka, mereka tampak begitu senang dengan kegiatan hari ini. Semoga semangkuk mie goreng tadi mampu mengahangatkan kasih sayang dan cinta di antara mereka ditengah guyuran hujan yang terus mendera. Amin Allahumma Amin
Sepotong catatan dari PMDA
(by: I.Y)
10:25:00 PM
No komentar
![]() |
| gantungan kunci ikan |
![]() |
| Gantungan kunci strawberry |
![]() | |||
| Gantungan kunci bintang |
![]() |
| Gantungan kunci Boneka Salju |
![]() |
| Gnatungan Kunci dari kain flanel |
![]() |
| Hello kitty |
![]() | ||||||||
| Gantungan Kunci dari kain flanel |
12:37:00 PM
No komentar
Seorang saudara sepertimu selalu mempunyai tempat khusus di hatiku.
Jika kau pergi, maka tempat itu akan kosong hingga saat kau kembali lagi.
Kenapa?
Karena tak ada yang bisa menggantikan untuk mengisi tempat kosong yang kau tinggalkan itu.
Lalu akan kuisi tempat kosong tadi dengan sejumput kenangan tentangmu.
Tentang senyum dan tawamu yang begitu manis.
Terlalu manis bahkan.
Tawa yang seringkali membuatku membatin...
"Ah betapa manisnya saudaraku ini..."
Tawa yang membuatku merasa nyaman berada di dekatmu.
Tapi tidak, ruang kosong itu masih belum cukup hanya diisi dengan kenangan tentang tawamu.
Kalau begitu... akan kuisi lagi dengan sedikit memoriku tentang candamu.
Canda yang begitu segar, berisi dan (lagi-lagi) manis.
Tahukah kau... saat menuliskan kata manis tadi aku langsung tersenyum sendiri karena bayanganmu langsung melintas.
Ah apalagi ya yang akan kutaruh kedalam ruang yang kini belum terisi bahkan setengahnya.
Aku sudah bilang kan?
Takkan ada yang bisa menggantikanmu... meskipun itu oleh kenangan2 yang selama ini kita sulam bersama.
Tentu saja... setalah kupikir lagi... biarlah ruang itu kosong hingga suatu hari saat kau kembali lagi dan kita menyulam lebih banyak kenangan untuk kita bagikan pada anak cucu kita, pada dunia, pada semuanya.
Pkp, 4 Agustus 2011
Untuk Seorang sahabat yang akan
pergi menuntut ilmu...
Semoga Allah mudahkan urusanmu
Uhibbuki fillah yaa ukhti...
9:21:00 AM
No komentar
Hwaaa... akhirnya... jalan jalan ke BBG sama anak-anak, jadi juga.
Enam mini bus pun konvoi mengangkut pasukan mungil dari SDIT Al Bina ke BBG alias Bangka Botanical Garden, seru....
Sayang, fotonya cuma dikit. Mau lihat?
Enam mini bus pun konvoi mengangkut pasukan mungil dari SDIT Al Bina ke BBG alias Bangka Botanical Garden, seru....
Sayang, fotonya cuma dikit. Mau lihat?
ini kebun srikaya...
kalau yang ini jalan menuju tempat pembibitan ikan...
nah ini kolam di dekat tempat pembibitan ikan...
1:40:00 PM
No komentar
Episode 1.
Aku sedang keranjingan mote, maka bertualanglah diriku ke toko yang menjual benda-benda mungil nan lucu itu... tapi jenak itu rasanya seperti berada disuatu tempat pada saat yang tidak tepat. Hmm... soalnya mati lampu... Jadilah aku memilih mote dengan penerangan minim -toko ini ga punya genset- yang disediakan pemiliknya. Sumpek, gerah, gelap bercampur bau keringat pengunjung plus karyawan toko, benar-benar kolaborasi yang sempurna untuk melahirkan aroma nyentrik dan menyengat. Setelah pilah-pilih mote yang kuanggap cantik sesegera mungkin aku keluar dari tempat yang seperti dikelilingi bayang-bayang hitam itu (kan lagi mati lampu). dan... hffhhhh lega rasanya saat menghirup kembali udara segar.
Sesampainya di tempat kasir aku masih harus menunggu.... soalnya sudah ada pelanggan lain yang lebih dulu ingin membayar... tanpa maksud apapun ku perhatikan wajahnya yang sedikit tertutup rambut, cantik, batinku. Tapi detik berikutnya aku gelagapan karena orang yang aku perhatikan tadi menyadari aku memelototinya, lebih gelagapan lagi saat kami beradu pandang. Tunggu, sepertinya wajah ini tak asing lagi...
Hwaaaaaaaa... ternyata dia temenku waktu SMA... tak cukup dekat sebenarnya... tapi pertemuan ini membuat kami seperti sahabat karib yang lama tak bersua. Dia mencari perlengkapan souvenir pernikahannya, wah aku turut bahagia. Setelah ngobrol beberapa saat kini giliranku membayar belanjaanku.
Tanpa disangka Ira temanku tadi segera menepis tanganku... "dah biar aku yang bayar."
Episode 2
Mundur beberapa jam dari saat membeli mote...
Seorang wali murid menghampiriku... dari kejauhan tampak kantong plastik besar berwarna hitam, aku mencoba menebak isinya, snack yang dulu pernah kupesan sebelum Idul Adha.
Hanya butuh beberapa menit saja baginya untuk tiba di tempat ku berdiri.
"Bu Guru mohon maaf... ini snack yang tempo hari di pesan, maaf waktu itu lupa nganternya. Jadi ini ga usah bayar"
Dueengggg....
"Ngga usah bayar?" (pura-pura kaget)
"Iya, kan lebarannya dah lewat..."
"Iya juga ya...." (yang ini cuma dalam hati)
"Kalo gitu terimakasih banyak bu... "
Episode 3
Indahnya Berbagi
Sepulangnya dari toko mote... aku dan suami mampir ke masjid terdekat untuk menunaikan sholat Ashar.
Lalu tiba-tiba...
"Subhanllah ya..."
"Apa?"
"Tadi pagi kita Takziyah... dan belajar berbagi... Lalu siang dan sore hari ini Allah ganti sedikit rezeki yang kita bagi tadi dengan yang jauh lebih banyak, jauh lebih baik. Cash"
"Hm?"
Dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan suamiku... kalau dipikir-pikir berapa sih uang yang sering kita bawa untuk takziyah? Tapi Allah menggantinya berlipat-lipat. Mulai dari mote yang dibayari seorang teman, lalu makanan ringan yang hampir ga jadi di pesan... Aku langsung teringat sebuah hadits yang menyatakan bahwa setiap hari ada malaikat yang senantiasa memohon kepada Allah agar mengganti rezeki orang yang berbagi... Subhanallah... Maha Benar Allah. Fa bi ayyi aalaa i robbikumaa tukadz dzibaan...
Aku sedang keranjingan mote, maka bertualanglah diriku ke toko yang menjual benda-benda mungil nan lucu itu... tapi jenak itu rasanya seperti berada disuatu tempat pada saat yang tidak tepat. Hmm... soalnya mati lampu... Jadilah aku memilih mote dengan penerangan minim -toko ini ga punya genset- yang disediakan pemiliknya. Sumpek, gerah, gelap bercampur bau keringat pengunjung plus karyawan toko, benar-benar kolaborasi yang sempurna untuk melahirkan aroma nyentrik dan menyengat. Setelah pilah-pilih mote yang kuanggap cantik sesegera mungkin aku keluar dari tempat yang seperti dikelilingi bayang-bayang hitam itu (kan lagi mati lampu). dan... hffhhhh lega rasanya saat menghirup kembali udara segar.
Sesampainya di tempat kasir aku masih harus menunggu.... soalnya sudah ada pelanggan lain yang lebih dulu ingin membayar... tanpa maksud apapun ku perhatikan wajahnya yang sedikit tertutup rambut, cantik, batinku. Tapi detik berikutnya aku gelagapan karena orang yang aku perhatikan tadi menyadari aku memelototinya, lebih gelagapan lagi saat kami beradu pandang. Tunggu, sepertinya wajah ini tak asing lagi...
Hwaaaaaaaa... ternyata dia temenku waktu SMA... tak cukup dekat sebenarnya... tapi pertemuan ini membuat kami seperti sahabat karib yang lama tak bersua. Dia mencari perlengkapan souvenir pernikahannya, wah aku turut bahagia. Setelah ngobrol beberapa saat kini giliranku membayar belanjaanku.
Tanpa disangka Ira temanku tadi segera menepis tanganku... "dah biar aku yang bayar."
Episode 2
Mundur beberapa jam dari saat membeli mote...
Seorang wali murid menghampiriku... dari kejauhan tampak kantong plastik besar berwarna hitam, aku mencoba menebak isinya, snack yang dulu pernah kupesan sebelum Idul Adha.
Hanya butuh beberapa menit saja baginya untuk tiba di tempat ku berdiri.
"Bu Guru mohon maaf... ini snack yang tempo hari di pesan, maaf waktu itu lupa nganternya. Jadi ini ga usah bayar"
Dueengggg....
"Ngga usah bayar?" (pura-pura kaget)
"Iya, kan lebarannya dah lewat..."
"Iya juga ya...." (yang ini cuma dalam hati)
"Kalo gitu terimakasih banyak bu... "
Episode 3
Indahnya Berbagi
Sepulangnya dari toko mote... aku dan suami mampir ke masjid terdekat untuk menunaikan sholat Ashar.
Lalu tiba-tiba...
"Subhanllah ya..."
"Apa?"
"Tadi pagi kita Takziyah... dan belajar berbagi... Lalu siang dan sore hari ini Allah ganti sedikit rezeki yang kita bagi tadi dengan yang jauh lebih banyak, jauh lebih baik. Cash"
"Hm?"
Dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan suamiku... kalau dipikir-pikir berapa sih uang yang sering kita bawa untuk takziyah? Tapi Allah menggantinya berlipat-lipat. Mulai dari mote yang dibayari seorang teman, lalu makanan ringan yang hampir ga jadi di pesan... Aku langsung teringat sebuah hadits yang menyatakan bahwa setiap hari ada malaikat yang senantiasa memohon kepada Allah agar mengganti rezeki orang yang berbagi... Subhanallah... Maha Benar Allah. Fa bi ayyi aalaa i robbikumaa tukadz dzibaan...
10:48:00 AM
No komentar















